Jakarta (ANTARA News) – Bank Mandiri mempromosikan peluang investasi di Indonesia melalui penyelenggaraan forum investasi internasional bertajuk Mandiri Investment Forum (MIF) 2019 yang mengusung tema “Invest Now”.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto dalam pembukaan acara yang berlangsung di Jakarta, Rabu, mengatakan tujuan dari penyelenggaraan forum ini adalah agar pelaku modal tidak kehilangan momentum investasi.

“MIF 2019 akan memfokuskan pada solusi strategis bagi para pembuat keputusan dan investor swasta dalam menavigasi bisnis, seiring tren pengetatan moneter global dan belangsungnya tahun politik di Indonesia,” katanya.

Sulaiman mengatakan membaiknya iklim investasi di Indonesia ini terlihat dari rasio pertumbuhan kredit yang berada pada kisaran 12 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) dibawah tiga persen hingga akhir 2018.

Hal ini bisa menjadi nilai plus industri perbankan untuk mendukung kinerja perekonomian meski saat ini sedang menghadapi tantangan dari revolusi industri 4.0.

“Perbankan akan terus berkontribusi optimal dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi karena terjaganya kualitas aset, rasio permodalan yang kuat dan efisiensi biaya operasional akibat inovasi pada digital banking dan instrumen keuangan serta kuatnya konsumsi domestik,” kata Sulaiman.

Kajian tim ekonom Mandiri Group memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 bisa mencapai 5,22 persen, lebih tinggi dari 2018 yang diproyeksikan sebesar 5,16 persen.

Indonesia mempunyai keunggulan berupa bonus demografi yang dapat bermanfaat untuk mendukung sektor manufaktur meski memiliki keterbatasan sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi.

Dalam kesempatan ini, sebanyak 700 investor, termasuk 90 investor asing serta sekitar 200 nasabah korporasi Bank Mandiri mendapatkan paparan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, dan Advisory Board Chairman Mandiri Institute M. Chatib Basri.

Dalam paparannya, Sri Mulyani mengatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini dalam keadaan baik karena mempunyai ketahanan ekonomi melalui dukungan konsumsi rumah tangga.

Meski terdapat tekanan global, ketahanan ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai lima persen dengan laju inflasi terjaga dibawah tiga persen.

Selain itu, pemerintah terus berupaya untuk mengundang investasi melalui perbaikan sistem kemudahan berusaha (OSS) serta memberikan insentif perpajakan.

Melalui instrumen fiskal, pemerintah ikut mendorong kualitas sumber daya manusia dengan meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan serta memperbaiki kualitas pelatihan kejuruan atau vokasi.

“Pemerintah telah menentukan kebijakan fokus pengeluaran negara pada 2019 yaitu pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, dan jaring pengaman sosial,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: 33 pengusaha Oman jajaki peluang investasi Indonesia
Baca juga: BKPM paparkan peluang investasi ke pengusaha Singapura

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019